MU vs Milan
Cukup seru untuk disaksikan. Perkiraan bahwa pertandingan akan berjalan berat sebelah ternyata meleset. Kenyataannya kecepatan khas tim Inggris pada tim sekelas MU tidak mampu benar-benar mendominasi Milan yang lebih mengandalkan teknik dan pertahanan yang kokoh. Hasil 3-2 memperlihatkan bahwa keunggulan MU 'mungkin' hanya dikarenakan semangat sebagai tuan rumah yang haram untuk kalah dari tamu.
Gol-gol yang terjadi adalah karena kelengahan dan absennya pilar-pilar pertahanan masing-masing. Dua gol Kaka praktis dikarenakan absennya Rio Ferdinand dan Nemanja Vidic. Kuartet 'coba-coba' John O'Shea, West Brown, Gabriel Heinze , Patrice Evra terbukti kurang solid dikarenakan jarangnya mereka tampil bersama -selain karena skill tinggi Kaka cs.
Di lain pihak, 'taktik' jitu MU 'menyingkirkan' Paolo Maldini dan Ivan Gattuso di babak kedua sangat ampuh untuk merusak konsentrasi anak2 Milan. Sebelumnya Ryan Giggs cs. seakan dibuat frustasi menghadapi ketatnya barisan pertahanan Milan. Namun setelah Il Capitano dan Si Badak keluar karena cedera, Wayne Rooney mampu memanfaatkan lubang yang ditinggalkan oleh mereka secara maksimal.
Hasil ini menyebabkan keduanya masih sama-sama berpeluang lolos ke final karena di leg kedua akan dilangsungkan di San Siro kandang Milan. Tugas Sir Alex dan Senore Anceloti untuk membenahi konsentrasi anak buahnya.
Chelsea vs Liverpool
Satu orang bisa merubah hasil pertandingan. Kadang itulah yang terjadi di sepakbola. Dan pada laga pertama Chelsea melawan Liverpool, Didier Drogba adalah orangnya.
Jalannya pertandingan sebenarnya biasa-biasa saja. Liverpool tampil dengan menekankan penguasaan bola dan sering melakukan tendangan-tendangan jarak jauh. Sedangkan Chelsea lebih memperkuat pertahannya dengan sekali-kali melakukan serangan balik. Justru dari sinilah Chelsea mencetak gol kemenangan. Drogba yang dikawal sangat ketat oleh Daniel Agger, dengan kecepatannya mampu mengecoh dan mengirimkan umpan kepada Joe Cole untuk mencetak gol satu-satunya ke gawang Pepe Reina.
Drogba mungkin tak mencetak gol, tapi aksi-aksinya sangat merepotkan barisan belakang Liverpool. Liverpool bukan tanpa peluang. Beberapa kali Steven Gerard dkk. mengancam gawang Petr Cech. Peluang paling bagus didapat Gerard, namun tendangan kerasnya mampu diselamatkan Cech dengan fantastis.
Di second leg Liverpool mesti bermain lebih terbuka dan menyerang karena mereka harus menang minimal 2-0 untuk dapat berlaga di Athena 24 Mei nanti.
Sampai jumpa minggu depan!